Senja yang pudar di sore hari membuat
kerisauan dalam hati. Aku tak pernah merasakan dahsyatnya kehangatan senja yang
begitu dalam menembus kalbuku yang sempat kosong. Aku tak mengerti rasa apa
yang bisa menusuk hatiku ini, bergelinjang seperti cacing-cacing tanah yang
terpapar sinar matahari. Dan yang ku tahu pasti ini bukan rasa yang sama saat
aku mengenalnya. Ini suatu rasa yang tak mampu aku definisikan dengan jutaan
kata. Rasa yang mampu membuatku terhipnotis akan kesempurnaanya. Rasa yang
sampai saat ini sulit aku pecahkan. Aku hanya terdiam sejenak menikmati senja
yang semakin lama menghilang terbawa malam yang dingin dan hampa. Senja tahukah
kau aku cemburu dengan semesta yang mampu merangkulmu. Semesta yang ku tahu
sama-sama mengagumi setiap detail warna jinggamu. Semesta yang ingin merebutmu
dari sisi kosongku. Semesta yang akan mengambil dirimu dan menghancurkan segala
impian yang ingin aku ukir bersamamu. Aku cemburu senja!!
Pertemuan senja
Pertemuan aku dengan senja hanya berawal
dari kekaguman aku dengan segala sajak indah yang tak sengaja aku baca di
sebuah jejaring social. Aku hanya seorang yang sedang mengalami frustasi akan
kekecewaan yang luar biasa dengan seorang cowo yang aku kagumi. Begitu
frustasinya aku menangis setiap malam ketika teringat hangat dan senangnya saat
bersama dia. Kebodohan terbesarku adalah aku mencintai orang yang salah. Yah
aku mencintai seseorang yang belum pernah aku temui dalam hidupku. Bentuk dan
sosoknya saja masih jadi bagian misteri dalam hidupku. Aku mencintainya hanya
sebatas di kotak dunia maya. Entah hantu apa yang merasuk jiwaku, aku menyimpan
rasa yang berbeda. Dan harus aku sadari rasa berbeda itu semakin memuncak dan
tak dapat aku kendalikan. Aku jatuh cinta dengan dirinya. Apa aku salah Tuhan
kenapa kau berikan rasa ini kepada aku yang hanya perempuan lemah dan rapuh.
Aku hanya mampu menangis dalam segala kebodohan yang aku perbuat.
Kali ini aku ingin mengubur dalam
kenangan indah dan pahit dengan orang tersebut. Aku akan menceritakan senja.
Yah senja yang sama-sama aku kenal di dunia maya juga. Senja yang mampu
menyebarkan semburan warna jingga dalam hidupku. Senja aku memanggilnya, bukan
tapi ada orang lain yang memanggilnya demikian. Orang itu semesta. Aku rasa aku
yang bodoh karna telah masuk dalam lingkaran penuh rahasia antara senja dan
semesta. Aku ingin di kagumi oleh senja, sama halnya aku mengaggumi dirinya.
Aku tak bisa bohong aku jatuh cinta dengan senja. Entah senja memahami atau
pura-pura tidak mengetahui apa yang aku rasa. Yang bisa aku lakukan hanya
mengaggumi senja, hanya cinta diam-diam dengan senja, hanya ingin memiliki
dalam batas mimpi. Senja aku nggak suka senja. Siapa sih senja. Setiap kali kau
bercerita tentang senja hatiku luka melebar hingga jantung. Dan aku mati dalam
kesedihan dan cemburu yang mendalam.
“Siapa senja…???” Pesan bbm yang aku
kirim ke senja.
To Be Continue~~~~























