CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Nyunyu

Minggu, 03 Juni 2012

#SENJA part 2

Senja hanya diam. Selalu diam. Aku benci diam. Aku benci saat kau acuhkan aku. Senja apa kau tak mengerti hatiku gelisah saat sajak indahmu dipenuhi kata senja. Aku cemburu dengan senja yang mengisi setiap sisi sajakmu. Aku ingin namaku terukir di sana. Lebih tepatnya dihatimu.
Tiba-tiba bunyi bbm berdering.
“Mau tahu banget..??” Selalu saja jawaban senja menggantung.
Aku terpaku sejenak melihat layar handphone. Aku tahu senja itu orang spesial dalam hidupmukan! Dan butir-butir air mata seketika meluncur deras di pipiku.
“Siapa senja..?? Ayo kasih tahu aku..??” Aku sudah siap dengan hal terburuk dan terpahit sekalipun. Yah aku sudah terbiasa sakit hati. Sudah sering, sudah tak asing lagi dengan makhluk itu. Makhluk yang bernama sakit hati.
“Senja itu aku” Balasan bbm dari senja.
Aku semakin bingung. Senja itu senja, apa maksudnya ini. Aku benar-benar tak mengerti.
“oh..!” jawabku datar.
“iyah senja itu aku, semesta yang memanggil aku senja” balas senja.
Jadi semesta yang memanggilmu senja. Dan kau senangkan di panggil dengan senja. Aku mengaku kalah dengan semesta yang mampu mengalihkan semua duniamu. Aku mengaku pudar dalam gelap malam yang pekat. Tiba-tiba saja terlintas kata-kata senja kau suka dengan semesta. Sudah saatnya aku mundur untuk mengaggumi dirimu. Karna kau milik semesta yang mampu memahami dirimu. Karna kau senja sedangkan aku hanya malam yang gelap tak seberapa nilainya di bandingkan semesta. Aku kalah total.
“Senja suka yah sama semesta?” Aku menangis, dan kau tak kan mampu mendengar tangisku. Kau tak kan tahu luka yang semakin sakit di hati ini.
Dan nada bbm mulai berdering lagi.. “Gak..” senja hanya membalas menggantung kembali. Selalu saja begitu, menggantung memberi harapan yang semu.
Aku benci senja membalas dengan kata-kata yang menggantung, atau kadang penuh emoticon. Aku gak ngerti maksudnya. Coba senja jelaskan dengan kata-kata sederhana. Sesederhana aku memberi pertanyaan ke kamu. Sesederhana aku meminta jawaban pasti iya atau tidak. Itu sudah cukup menjawab segala pertanyaan yang menumpuk dalam relung hatiku.
Sudah hentikan, senja kau hanya membuatku menangis lebih kencang dari sebelumnya. Tahukah kau kalau segala perhatianku padamu akan menjadi sia-sia karna semesta. Semesta dan senja akan jadi rahasia terbesar yang akan sulit terdefinisikan dengan kata-kata. Kenapa mesti ada semesta dalam hubungan aku dengan senja. Aku ingin mendorong semesta ke jurang yang paling dalam. Dan akan aku hapus kata senja itu dalam setiap bait sajakmu. Ganti saja dengan malam yang gelap dan pekat yang selalu ditemani ribuan bintang berkelip manja dan bulan yang menyeburkan sinarnya lebih indah dari pada jingganya senja. Tapi aku tak mampu melakukannya. Aku terlalu lemah untuk menghapus ribuan kata senjamu dengan tangan kecilku. Aku tak terlalu kuat untuk mendorong semesta yang berlindung di bawah sinar-sinar senja. Dan aku memang harus menerima kekalahan ini.
TO BE CONTINUE~~~ 

SPACEPHOBIA

Pernah dengar spacephobia, iyah aku itu penderita spacephobia. Hem,, spacephobia itu phobia terhadap luar angkasa. Yah, keliatannya agak sepele yah, tapi itu bener-bener mengganggu kehidupan aku. Setiap kali mau nonton film dan itu berbau luar angkasa pasti langsung lambai-lambai tangan. Ketakutan ku yang begitu mendalam di awali dari membaca buku ensiklopedia saat di bangku Sekolah Dasar. Dan itu terpatri hingga sekarang. Yahh harus aku akui kalau ternyata kini aku mengidap spacephobia. Kalau aku deskripsikan, ketakutanku itu seperti imajinasi yang memuncak hingga bisa terbawa oleh halusinasi yang sulit diterjemahkan. Ketakutan saat melihat sekalipun di televisi hanya sedikit tapi rasanya aku masuk ke dalam ruang itu melayang hingga aku terasa kehabisan nafas. Okeii di Luar angkasa memang tidak ada oksigen dan itu hal yang paling aku takutkan. Aneh sih kenapa bisa takut sama luar angkasa yang jelas-jelas jadi bagian menarik buat manusia untuk menjelajahinya dan lebih mengerti akan susunan tata surya.
Saat di pelajaran fisika dan menjelaskan tentang luar angkasa aku saat ingin kabur dan tak berani membuka bukunya. Hal yang paling mengganggu hidupku. Dan aku kira hal sepele ini bisa hilang dengan seiring waktu dan usia ku. Mungkin saat itu aku berpikir karna usia ku yang masih kecil jadi tidak mengerti dan wajar saja takut. Tapi tenyata perkiraanku salah, sampai duduk di bangku kuliah aku tetap saja takut dengan hal yang berbau luar angkasa. Waktu itu ada film yang judulnya "Armagedon" tentang ekpedisi ke luar angkasa yang tujuannya untuk menyelamatkan bumi. Padahal film itu bagus, jadi pengen nonton tapi lagi-lagi aku harus mengurungkan niat yah apalagi kalau terbentur masalah "luar angkasa" yang jadi hantu dalam hidupku.
Ya Tuhan kenapa aku jadi penderita spacephobia sih... Inget harus bersyukur, memang manusia di ciptakan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Dan aku memang kurang bisa melihat indahnya luar angkasa karna alasan yang sulit di terjemahkan dengan logika. :))

#Dear Aktor Gagal


Hei,,, aku berkata kepadamu, langit kelam yang diselimuti awan hitam. Aku bicara pada temaram lampu dan dinding yang dingin membeku. Melihat apa reaksi mereka saat aku berteriak lantang dan menangis dalam kesedihan mendalam. Tetap sama, hanya diam dan membisu. Tetap sama di posisi yang tak mengerti apa-apa. Jadi terlihat bodoh, atau memang aku ditakdirkan menjadi bodoh. Lalu teriakanku mulai meredup dengan isak tangis. Jatuh membentur bumi hingga tak sadarkan diri. Ternyata kau jauh di atas langit dan aku tak mampu menggapaimu. Aku hanya makhluk bumi yang menapak di tanah sedangkan engkau tiitisan dewa langit yang tak mampu aku raih. 
Tiba-tiba pikiran ku kalut menuju suatu titik yang tak mampu aku definisikan dengan warna warni surgawi. Titik yang menjadi pusat dari perasaan dalam hatiku. Titik itu kamu aktor gagal. Yah belakangan ini pikiran ku menuju pada dirimu. Apa kau tak merasa atau kau memang ingin membodohiku dengan jutaan naskah sandiwara yang telah kau ciptakan dengan tinta darahmu. Aku yang kau jadikan kelinci percobaan dan kau bisa tertawa puas di antara penderitaanku. Aku putus asa dan tak mampu menapakan diri di bumi. Aku masuk ke medan magnet dan tenggelam di lautan yang luas. Aku merasa telah jatuh terlalu dalam dan tak tahu kapan berakhir. 
Aktor gagal mulai memainkan sandiwaranya. Ia tak lebih kuat dari sang penguasa hutan. Tapi jutaan naskahnya mampu melumpuhkan sistem saraf di otakmu. Ia tidak lebih hebat dari para jagoan holywood tapi hipnotis yang ia luncurkan mampu melumpuhkan sistem gerak dalam tubuhmu. Aktor gagal itu memang spesial. Walaupun penuh dengan bisa beracun. Aktor gagal mulai mencari celah kosong dari hati manusia. Dia datang bagai superhero yang turun dari langit dan menembus ke dalam relung jiwa. Aku berdecak kagum akan pesonanya. Hingga tak mampu berrpaling dengan yang lain. Tapi aku sadari kalau aku tak mampu bersanding dengannya. Aktor gagal pasti telah menemukan artis piguran yang tepat menjadi pendamping hidupnya. Sedangkan aku hanya kelinci percobaan yang terlalu bodoh dan rendah. Apa yang bisa aku andalkan dalam diriku. Pesona kecantikan saja tak bisa aku pancarkan dengan sempurna di retina matanya. ~~~~ To be Continue