Seminggu menjelang tanggal 17 April, aku mengingat kembali kenangan kita. Hanya kenangan yang tak kasat mata, dan tak berbentuk. Kenangan itu hancur oleh angin yang menghempaskan kita berdua. Aku sadar kalau telah melakukan hal yang bodoh dan aroma kehancuran itu tak bisa aku sembunyikan. Yahh.. lagi-lagi kedewasaan dan keikhlasaan jadi acuan utama. Untuk saat itu aku memang tidak dewasa lebih tepatnya belum, atau sudah tapi tanpa sadar masih berpikir kekanak-kanakan.
H-5 menuju tanggal 17 April, aku sebaiknya menyiapkan sekotak tisu lebih banyak dari sebelumnya. Aku tak mampu lagi menyanyikan lagu kesepian dari Efek Rumah Kaca yang selalu kau lanjutkan liriknya kembali. Aku tak mampu memberi sedikit ucapan selamat kepadamu. Aku memang belum bisa melupakanmu.
Happy 17 April, aku diam-diam melihat timeline kamu, melihat wall facebook kamu, dan itu rasanya sakit. Kayak ada hal yang nusuk di sini loh... Di hati ini. Tulisan itu menghias jelas di semua wall kamu ucapan selamat ulang tahun, happy birthday to you. Aku hanya gigit jari. Aku iri, ingin juga namaku menghias di wall kamu dengan berbagai macam doa. Tapi itu gak mungkin terjadi, ohh mungkin saja terjadi dalam mimpi. Aku bahagia kamu udah pernah bikin aku sakit dan jatuh. Tapi kini aku belajar dari hal itu. Saat ada orang lain yang menjatuhkan, aku langsung berpikir tentang kamu. Aku bener-bener wanita yang kuat yah saat itu. Benar-benar wanita yang brutal dan tak tahu arah. Aku masih bisa bertahan dan bahagia. Tapi saat pandangan dan pikiran tertuju padamu, aku kembali lemah. Ahh... aku masih saja gaje seperti yang sering engkau katakan padaku. Mantra apa yang kau gunakan hingga aku tak mampu melupakanmu. Tuhan diam-diam aku menyukainya, diam-diam aku melukai persaannya, diam-diam aku tersenyum bahagia saat melihatnya, semua serba diam-diam itu gak dosa kan Tuhan ??
Sekotak doa untuk kamu yang pernah aku kenal dan tak mampu aku lupakan :))
Happy 17 April :))
Kamis, 19 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar