Ketika aku beranjak tidur ke dalam dunia mimpi
Kata-kata ini meluncur seketika dalam talamus otakku
Lalu sengaja aku simpan dalam kotak berwarna coklat
Tepat di laci yang bernama memori
Hujan.. Tik tik tik.. bunyinya seperti itu
Merasuk melalui gendang telinga
Terekam cepat dalam otakku
Alunan indahnya menemani aku untuk hanyut kedalam derasnya
Hujan.. Tik tik tik.. tetesannya turun tidak terkira
Keluar dari kepompong putih dari atas langit
Jatuh meresap ke bumi
Hujan.. Tik tik tik.. pohon dan kebun basah semua
Ah... Rumah dan gedung tenggelam semua... tik
![]() |
| image: http://fascinationdrop.blogspot.com/2011/03/rain-rain-dont-go-away-sun-can-come.html |
Pesan dari Sajak Hujan
Ingat kah..
Kamu..
Orang yang terentah berada dimana
Dan aku yang dengan sukarela menebar rindu kepadamu
Menitipkannya kepada Hujan
Malam ini, aku pun begitu melakukannya kembali
Kegilaan demi kegilaan yang aku bisa perbuat kepadamu
Kini akan aku titipkan kembali kepada hujan
Kau harus merasakannya..
Cepatlah kau dengar sejenak alunan hujan yang acak
Semua adalah rancauan ku sendiri
Kau bisa mendengarkan kata "Benci"
Ribuan kata itu sengaja aku persembahkan padamu
Kalau kau tak mampu mendengarkannya
Tengoklah sebentar ke jendela rumahmu
Kau akan melihat awan yang menghitam dengan kilat yang menyambar
Takut kah dirimu.. Yah.. itu kata "marah"
Kau mulai mengkerdil di hadapanku
Dan kalau kau tak mampu menghadapinya
Cobalah kau sembunyi di balik selimutmu
Lenyap dari pandanganku
![]() |
| image: http://togetherwethinkfunny.blogspot.com/2010_05_01_archive.html |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar