Mari di baca dengan secangkir kopi pahit~~
Perpisahan senja
Aku ingin mendorong senja dan
semesta kejurang. Aku ingin mereka merasakan sakitnya. Ternyata aku memang
lemah. Aku harus berpisah dengan dirimu senja. Aku akan melakukan hal terburuk
agar kau menyadari kalau aku bukanlah orang terbaik dalam hidupmu. Akan aku
persembahankan ribuan kata cacian terhadap senja. Sekali lagi aku tekankan aku
benci senja. Dan aku benci semesta. Tahukah kau semesta kalau kau secara tidak
langsung menyakiti hatiku. Semesta aku pikir kau memang cerdas menarik
perhatian senja dengan berbagai kata-kata notemu. Aku memang tak mampu
menuliskan sajak-sajak indah dengan taburan kata senja. Dan kau semesta selalu
mampu menuliskannya. Aku iri denganmu, sangat ingin bisa berbattle note dengan
senja. Dengan berbagai kata yang indah. Aku ingin sekali, tapi terlalu rendah
aku bisa merangkai kata yang indah. Kali ini aku harus berpisah dengan senja.
Aku harus mengibarkan bendera putih untuk semesta tanda kalau kau semesta
memang yang terbaik untuk senja.
Senja suatu hari nanti di saat aku
mampu berangkai jutaan kata manis untukmu. Bisakah kita melakukan battle note
seperti senja dan semesta. Aku ingin sekali seperti itu. Bisakah kau luangkan
sedikit waktu untuku. Hanya menikmati pekatnya langit di malam hari. Kita skip
saja bagian jingga senja yang pernah melukai hatiku. Beri aku sedikit waktu
saja. Aku ingin melihat samar-samar senyummu terpapar kilauan sinar bintang dan
bulan. Aku ingin merasakan genggaman hangat di antara semilirnya angin malam
yang mengganggu kita berdua. Tapi apakah kau masih mengingat diriku. Sebuah
noda dalam note-note hidupmu, yang selalu mengganggu waktumu. Yang setiap kali
aku memaksa hal-hal aneh dan selalu saja kau menurutinya. Aku memang sangat
merepotkan dirimu senja.
Senja saat malam merubah semburan
warna jingga di langit. Saat itu juga aku melupakan dirimu. Aku akan mengingat
detail kecil yang indah antara aku dan senja saat langit merubah warnanya
menjadi jingga. Akan aku nikmati keindahan itu walaupun masih ada luka yang tak
sembuh di hati ini. Ingin rasanya aku menjabat tanganmu mengucapkan kata
perpisahan kita. Dan memberikan senyuman terindah yang aku miliki untukmu dan
semesta.
Kini malam semakin pekat dengan rona
warna gelap, aku terduduk dalam lamunan yang tak punya batasan waktu. Aku
terbangun mendengar dering bbm membuyarkan lamunan terdalam tentang senja.
“Aku suka sama kamu aja deh” bbm
dari senja.
“Aku gak suka sama kamu. Aku sukanya
idola J” balasku sambil
tersenyum pahit.
Ternyata part terakhir ini lanjutnya sedikit.. Yah,, sama kayak aku kenal itu manusia hanya sementara, lalu sirna begitu saja. Okei.. cukup buat hati aku random saat itu yah,, dan nikmati senja yang selalu kamu puja.. eakkk.. :D Tapi ternyata sekarang gue juga lagi di randomin hatinya sama manusia lain.. heuhh..
*Tamat*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar