Kantung teh terakhir yang diseduh sore ini, mengingatkan aku
akan sosok dirimu.
Sosok unik yang aku temukan dalam dunia tak nyata.
Aku tahu
ini salah, tapi semakin aku menyalahkan diriku, semakin aku mencintaimu.
Karna
cinta tak mengenal ruang dan waktu, cinta tak mengenal adanya hitam dan putih,
cinta memang tak pernah salah.
Lalu sosok lain menerpa diriku kembali, aku pun bertemu
dirinya dalam dunia yang tak nyata.
Yah balik lagi ke point pertama cinta tak
mengenal kata salah.
Cinta ini merobek robek kalimatku, hingga aku kehabisan
kata-kata untuk mengenalmu lebih jauh.
Sekarang teh terakhirku, hampir habis kuteguk.
Dan
mengingatkan aku dengan sosok aneh yang aku temui kembali (lagi) di dunia tak
nyata.
Aku jatuh cinta kembali, aku terlalu mudah jatuh cinta dengan hal yang
tak nyata.
Karna cinta sesungguhnya tak nyata.
Tapi kini cinta.. nyata merasuk
relung hatiku.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar