CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Nyunyu

Jumat, 08 November 2013

NOVEL- HEI B?

Aku mau cerita tentang sesuatu hal, tentang jodoh yang aku rasa masih saja di kurung sama Allah dengan nyamannya. Ah.. berarti aku juga harus nyaman menjadi sendiri :)) 
Aku mau menceritakan tentang seseorang.. Entah kenapa aku ingin menceritakannya. 
image: deluth
RANDOM 1
Kisah ini bermula dari perkenalanku terhadap seorang manusia yang begitu asing dalam hidupku. 
Sekitar tahun 2012, aku mengenal dirinya. Yah tepat satu tahun yang lalu dia mengisi kehidupanku. Hem.. lebih tepatnya kadang mengisi kehidupanku atau sepintas mengisi kehidupanku. 
Aku ingin menceritakanya dari apa-apa yang aku ketahui tentang dirinya. Karna aku belum pernah bertemu dengannya. Jadi aku akan menilainya dengan sebijak-bijaknya dari apa yang aku rasakan. Bukan lewat mata yang ada dua di wajahku, tapi lewat mata hati yang tepat ada dalam diriku. 
"Cal, ada cowo kece gak di tempat kuliah elo yang sekarang?" 
"Dee, hem.. kayaknya gak ada loh. Masih pada kecil semua."
"Yah.. payah dah.. "
"Eh.. Yang.. ada loh yang cocok buat dee.. itu loh temen kostn kamu yang tinggi itu, yang putih itu, duh cocok banget sama kriteria cowo idaman dee" suara Mia
"Oh,, iyah yah ayang.. si itu yah.. kayaknya cocok deh. Nanti aku kasih nama fb nya deh"
"Hem.. serius nih.. muka kalian kok meragukan yah, begitu kriminal" 


Aku lupa tepatnya mengenal dia, sosok asing itu yang semesta sengaja mempertemukan kita dalam dunia maya yang begitu penuh dengan teka teki. 
"Cal, namanya Bagus yah...?"
"iyah, dee.. udah di add belum?"
"Belum nih, add yah?"
"iyah coba aja dulu di add. Anaknya baik kok"
"Iyah deh, temenan aja dulu yah"
"Iyah lah temenan ajah, nambah-nambah kenalan"

Akhirnya aku memutuskan untuk menambahkan pertemanan di kolom bernama facebook. Gak ada salahnya kan menambah teman. Add... tinggal nunggu semesta bekerja sesuai dengan garisnya. 
Aku lupa, aku memang mudah lupa kapan dia mengkonfirm pertemanan di facebook itu. Yang aku ingat, saat aku tak sengaja mengecek facebook lalu ada notifikasi baru.
"Bagus menerima pertemanan anda" 
Yah seperti itu sekiranya tulisannya, aku agak lupa jarang main sama facebook belakangan ini. Entah kenapa saat aku sudah berteman dengan dirinya. Aku jadi bingung sendiri, bingung apa lagi yang bisa aku lakukan terhadapnya. 
"Cal, udah di konfirm nih sama temen elo"
"Wah.. yaudah, terserah elo sih kelanjutannya gimana"
"Dih.. kelanjutan apaan coba? Gue malah jadi bingung"
"Bingung kenapa sih?"
"Yah, kan gue kenalnya dari elo cal, takut di sangka sksd (sok kenal sok deket) gitu"
"Udah santai ajah, dia mah baik orangnya. Coba elo ngewall dia deh"
"iyah yah, ngewall ucapan terimakasih udah di konfirm gitu yah?"
"Iyah gitu aja dee"

Setengah jam memandang layar leptop, menimbang kata-kata yang tepat untuk menghiasi wallnya. Maklum ini kalimat perdana untuk hidup aku dalam hidup dia. Ahh.. maksudnya untuk wall dia, dan sebagai langkah selanjutnya untuk mengenal dia. Baiklah..sepertinya sudah aku temukan kalimat tersebut, kalimat sederhana dan standar yang dilakukan orang-orang.
"Terima kasih sudah di konfirm :)" 
Backspace.. Backspace..Backspace... 
"Terima kasih sudah di konfirm"
"Terima kasih sudah di"
"Terima kasih"
Menghela nafas panjang, ini lebih sulit dari soal genetika yang aku dapatkan di bangku kuliah. Lebih menyulitkan saat memilih untuk kuliah di sini atau lebih lagi berjuang untuk dapat universitas lain. Ini menyulitkan padahal hanya kata "Terima kasih" saja. 
"Terima kasih udah d konfirm :))" send

Dan aku tidak percaya dia membalasnya. 
"sama2..." 
Udah gitu ajah, standar aja sih. Yah mau gimana sih yang gak standar. hahahaaa
Setelah konfirmasi pertemanan itu, aku biasa aja, sangat biasa. Aku bingung sendiri sih. 
"Dee,, di bales yah wallnya sama bagus?"
"hahahaha iyah"
"Dia nanyain elo loh?"
"Nanya apaan?"
"Kata dia, Cal, itu temen elo yah. Dee? Gue jawab iyah temen gue"
"Terus?"
"Kata dia, dia suka ngelike fb gue cal"
"Oh.. gitu"
"Iyah gitu ajah, coment lah dee?"
"Gak ah, gue malu cal"
"Dih, biasanya juga malu-maluin"
"Kurang ajar!"

Jadi malu sendiri, gara-gara gue ngelike status dia malah jadi bahan perbincangan. Aku ngelike lagu-lagu yang dia share di facebook. Oh iyah,, ada yang terlewatkan. Bagus ini suka sama sebuah band dari jepang. Kalau aku sebutkan, pasti beberapa orang akan mengetahui siapa orang tersebut. Tapi biarlah, tadi sudah aku jelaskan bukan, kalau aku ingin menceritakanya. Iyah.. dia suka sama Lar'c en ciel. Kalau kalian tahu orang yang sedang aku bicarakan ini. Rahasiakan saja yah. hahahahaha

"Dee.. ciyeh.. kok sekarang suka Lar'c en ciel sih?"
"Ih.. Mia.."
"Ciyeh,,pasti gara-gara itu yah?"
"Lagunya bagus"
"Masa sih..? Bukan karna si itu?"
"Udah deh Mia, jangan goda-goda aku lagi"
"Ciyeh.... lalalalalala"
"hahahahahaa"
Aku ingat betul, Mia teman sebelah kamar kostn aku dia meledeki aku habis-habisan. Padahal, aku sendiri amat sangat biasa saja sama bagus. Kita kan cuma kenalan aja, itu pun dalam fb, hello fb loh bukan dalam keadaan nyata.


RANDOM 2
-Hitonii no juunin-Lar'c en ciel-
"Mbak hitomi kali mbak"
"Oh iyah neng, typo >.<"
Hitomi No Juunin-Lar'c en ciel :)

Belakangan ini lagu tersebut menemani kehidupanku. Aku tidak tahu alasan yang tepat, kenapa aku lebih memilih lagu tersebut dari ratusan lagu yang ada di playlist hp ku. Aku juga tidak tahu kenapa aku menyukai lagu tersebut. Aku suka, begitu sukanya dengan lagu ini. Aku hingga tak ingin berhenti mendengarkannya. Lalu aku mulai dapat sedikit menggumamkan liriknya. Seperti ini.. 
"miagereba kagayaki wa iro.."
Hihihi.. lucu deh, aku masih kaku sekali menyanyi lagu jepang. 
"Ciyehh.. dee nyanyi lagu Lar'c en ciel"
"Ih.. Mia, aku jadi malu"
"Ihiyyy... gara-gara bagus yah?"
"Hem.. Gak kok"
"Bagus.. Bagus.."
"Mia ih.. gak kok"
"Hahahahahaha"

Mia semakin lama, ngeledekin aku mulu deh. Aku jadi malu, dan cuma bisa tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum malu. Tapi mungkin sebenarnya mau yah. Ah. aku mikir apa sih kok jadi ngaco gini. 
Aku mau menceritakan tentang Mia, dia ini temen kostn aku. Kamarnya tepat di sebelah kamar aku, dia suka banget nyanyi. Gak pagi, gak siang, gak sore, gak malem, gak tengah malem, pokoknya selalu nyanyi. Di kamar mandi aja selalu nyanyi, bisa-bisa satu album dia nyanyiin. Suaranya bagus sih, dia kan anak paduan suara juga di universitas. Tuh kan makanya hobi banget nyanyi. 

"Mia.. buruan sih mandinya?"
"Engkaulah matahariku..puisi.. Iyah tunggu sebentar"
"Jangan nyanyi mulu deh?"
"Iyah.. ini juga buru-buru kok mandinya, sabar"

Tuh kan sampe ditegur anak kostn yang lain, karna dia kalau mandi lama. Yah selain lama karna cewe tuh pake acara ngelamun dulu di kamar mandi, gosok gigi yang juga lama, pake sabun, belum lagi luluran, atau pake facial foam buat muka, ditambah nyanyi juga. Hasil akhirnya lama pake banget. Jadi Mia ini kalau mandi itu kelamaan nyanyinya dari pada ritual mandinya. hahahaha 

"Dee..."
"Iyah.."
"Dee..."
"Apa sih..."
"Dee..."
"Mia...!!"
"Hahahahaha"
"Mia. jail banget deh, ada apa sih?"
"Buka dulu pintu kamarnya?"
"Iyah ada apa?"
"Bagus..Lar'c en ciel.."
"Tuh kan ngeledek lagi.."
"Kayaknya mulai deket nih sama bagus?"
"Biasa aja sih"
"Yang bener?"
"Iyah Mia,, beneran biasa ajah" 
"Lalalalalala"

Ada yang mulai curiga lagi selain Mia, tapi sebenernya Mia itu yang merekomendasi si bagus sih. Orang yang mulai curiga itu temen sekelas aku, namanya Nanda. Heuh, satu kata buat Nanda ini "Ember", pokoknya sesuatu yang sifatnya rahasia sebisa mungkin jangan sampai masuk ke telinga Nanda. Jangan pernah sekalipun karna berbahaya sekali. Bisa-bisa hidup kalian penuh dengan bencana. Penuh dengan ledekan yang bertubi-tubi bahkan gosip kepenjuru dunia. Halah.. lebay. 
Soalnya aku pernah jadi bahan gosip sama Nanda. Seingat aku di semester 3, saat pulang praktikum suatu mata kuliah. Kejadiannya sih simpel banget, aku sedang bercanda sama Nanda yang waktu itu satu rombongan. 

"Dee.. Hahahahahaha"
"Nanda.. ihh. aku jangan diledekin gituh, tolong aku afgan"
"Iyah, ada apa dee?" suara lain menimpali. 
Mampus, suara dari lelaki berkaca mata itu adalah Endi. Ya Tuhan. kenapa dia ikut-ikutan nimbrung deh. 
"Oh.. Jadi Endi itu afgan.. Oh jadi selama ini dee sama endi! Gosip ahhh"
"Nanda.. Gak ih.. bercanda kali itu endi, yah kan bercanda?"
"Iyah kok bercanda Nda"
"Ahh.. tadi kenapa dee manggil afgan, elo tiba-tiba nyaut gitu ajah. Tuh kan kalian pasti ada apa-apa"
"Nanda,, beneran ini bercanda" 
"Gosip ahh.."
Ya udah deh, gosip aku dengan Endi seantero kelas menyebar seketika. Baiklah perlu ekstra sabar menghadapi Nanda. Tapi walaupun Nanda jahilnya minta ampun, tapi dia anak yang baik dan koplak juga. Menyenangkan juga bisa berkenalan dengan Nanda, walaupun terkadang dia begitu jahil yang amit-amit. 

"Dee.."
"Iyah, Nanda"
"Elo lagi suka sama cowo yah?"
"Iyah, kok tahu sih"
"Yang suka mentionan di twitter yah?"
"Siapa?"
"Hem.. siapa yah namanya, dari B apa yah namanya?"
"Siapa sih, gosip banget"
"Bagus,, dee.. iyah namanya Bagus?"
"Gak ngerti ah,, siapa sih. Cowo yang gue suka itu siwon nda.. siwon super junior yang gantengnya sampe luber itu loh"
"Bukan! elo bukan suka sama siwon, tapi suka sama Bagus!"
"Ihh,, ngomong apa sih nda, beneran siwon kok"
"Au ahhh, gue gosipin ke anak-anak nih"
"Elo mah emang tukang gosip"

Gitu deh, Nanda akhirnya curiga sama aku. Oh iyah, selain aku temenan sama Bagus di facebook, ternyata dia punya akun twitter juga. Nanti akan aku ceritakan tentang pertemanan aku di twitter. Ada kejadian lucu lagi yang berhubungan dengan Nanda. Jadi suatu hari, Nanda main ke kamar kostn aku. Kemudian dia tidur-tidur di kasur aku, lalu dia jahil banget. Tembok kamar aku dicoret-coret sama Nanda. 
"Dee Love Bagus"
Nanda senyum-senyum aja, kayak gak punya dosa. Padahal dia udah dengan brutal coret-coret tembok kamar aku. Ya Tuhan, udah deh jahilnya Nanda bisa datang kapan saja tanpa diundang. Saat Nanda pulang dari kamar kostn aku. Masih belum menyadari ada hal ganjil di tembok kamar aku. 
"Dee.."
"Iyah"
"Udah lihat tembok kamar?"
"Tembok?"
"Iyah"
"Astaga. Nanda!!!"
"Hahahahahaa"
"Ini ngapain tembok kamar gue di coret-coret?"
"Siapa yang coret-coret"
"Yah, siapa lagi.Kalau bukan ulah brutal elo?"
"Ah. elo suka malu-malu gitu deh. Padahal ada apa-apa sama si bagus. Sampe di tulis di tembok gitu"
"Dih.. emangnya gue bocah SD apa. Nulis-nulis di tembok begitu"
"Iyah,, tahu deh yang nulis nama bagus di hati saja"
"Nanda!!"
"Hahahahaha"

Akhirnya, aku uring-uringan di kamar melihat tulisan Nanda itu. Jahil banget deh, kasian kan kalau aku udah lulus terus ada yang pakai kamar ini. Ada coretan yang tidak berkualitas ini. Lalu dengan ide cemerlang aku mengganti tulisan nanda itu menjadi.
"Dee Love Siwon"
Nama bagus aku tindih dengan nama siwon. Maafkan bagus, namamu harus aku ganti siwon agar tidak terjadi gosip maha hancur. 


RANDOM 3
Mondar-mandir sudah sampai setengah jam, aku mondar-mandir di timeline. Iyah timeline twitter, menunggu seseorang yang begitu menarik perhatianku. Sepertinya dia tidak akan muncul, sudahlah abaikan saja sejenak. Aku menikmati kicauan manusia-manusia yang masih berkeliaran. Sekitar jam 11 malam, saat itu sedang sibuk dengan acara piala dunia. Kicauan tentang team sepak bola mulai menderu sana-sini. Saling menjagokan team masing-masing. Saling memprediksi siapa yang akan menang, akupun demikian memprediksi apakah aku mampu menang di hatinya. 

"Dee... udah mulai nih bolanya"
"Iyah, tunggu"

Aku keluar kamar dan menikmati pertandingan di ruangan tv bersama anak kostn yang lain. Yang memanggilku tadi teman kostn aku, namanya Tini, dia suka banget nonton bola, moto gp juga, yang berbau olah raga dia suka semua. Lalu suara riuh menggema seketika di ruangan tersebut. Tapi, aku nampaknya tidak merasakan ada di sana. Pikiranku melayang menuju ke satu titik. "Bagus"

"Yeah.. akhirnya menang"
"Tuh, kan berkat doa gue tuh makanya menang"
"Lah, elo aja dukung belanda malah kalah"
"Asem"

Aku masuk ke dalam kamar, memandang sepi ke langit-langit. Aku mencoba melupakan sesuatu yang sejak tadi mengendap dipikiranku. Ah.. dia kemana sih, kok gak muncul di timeline. Aku memandang ke meja leptopku, beranjak mendekatinya. Menyentuh mouse dan kemudian klik refresh berkali-kali. Aku menunggu keajaiban, satu tweet saja yang berarti buatku. Nihil, tidak ada yang berubah namanya masih tidak nampak juga. Aku menutup semua tab di halaman chrome, aku benar-benar tidak ingin mengharapkan dia muncul lagi. Shutdown. 

Karna dia tidak muncul di timeline twitter, mungkin dia sedang lelah. Maka dari itu akan aku ceritakan beberapa kisah lucu tentang dirinya. Aku lupa tepatnya tanggal berapa, sepertinya sebelum dia punya akun twitter tapi aku sudah berteman dengan dia di facebook. Jadi kejadiannya bermula saat Mia sedang telponan sama Ical. Aku emang suka iseng nimbrung atau ngeledekin mereka berdua. Nah pada saat itu aku yang mau beli makan ke luar bersama Bunda, nanti akan aku ceritakan kembali tentang Bunda ini yah. Aku gak sengaja lewat kamar Mia yang saat itu sedang asik bertelpon ria dengan Ical. Aku masuk ke kamarnya dan ngomong sama ical. Waktu itu sedang di loudspeaker jadi kedengaran suara berisik diseberang sana. 

"Haluuu Cal"
"Haluu.. siapa ini?"
"Hayoo siapa yah"
"Dee yah?"
"Hihihihi"
"Dee... kan, siapa lagi yang suka nimbrung gue telponan sama ayang Mia, kalau bukan elo?"
"Bukann kok"
"Dee,, ada Bagus nih?"
"Ahh,, siapa?"
"Bagus.."
"Oh.. hahahahahahaaa"
"Elo kan suka lagu Lar'c en ciel yang xxx itu kan?"
"Hihihihi iyah suka kok"
"Nih Bagus mau nyanyiin buat kamu dee"
"Ahh.. apa sih. Hahahahaha"
"Ciyehh ciyehhh Bagus.. ihiiyyy"
"Hahahahaa.."
"Hayo lah Bagus nyanyi, dee minta di nyanyiin tuh"
"Eh.. Cal.. kurang ajar ihh.. gue gak minta"
"Hahahahahaa.. Bagusnya katanya malu dee"
"Heuhh.. yaudah.. Udah dulu yah cal"
"Okei.. ayang aku mana?"

Lalu, kemudi pembicaraan kembali ke tangan Mia. Lucu, tadi berisik banget saat aku nimbrung nelpon antara Mia dan Ical. Ahh.. sedikit malu sih, kasian dia diledekin pasti disana. Jahil banget ical ihh.. Tapi sepertinya aku suka, dan aku mulai ingin tersenyum. 

"Dee.."
"Iyah bunda"
"Hayukk, Bunda udah laper nih, mau makan orang rasanya"
"Iyah bunda tunggu"

Aku dibonceng sama bunda keluar mencari sebungkus nasi dan lauk untuk mengganjel perut. Oh iyah, tadi aku sudah bilang ingin menceritakan tentang Bunda yah. Kenapa aku panggil dia Bunda, soalnya dia yang paling bijaksana. Eh gak juga sih, tapi lumayan sih. Bunda anaknya rame banget, suasana kostn rame karna ada bunda. Dan Bunda punya Ayah yang dia cintai sepenuh hati. Tapi dia ayah tiri aku, kata bunda ayah kandung aku ada di luar negeri gituh. Walaupun cuma ayah tiri tapi beliau baik sekali. Bunda benar-benar tepat memilih ayah tiri untuk jadi belahan hatinya. Bunda ini takut kalau nonton film horor, dia pasti nutup mata terus sepanjang durasi filmnya. Bunda suka tiba-tiba nongol di depan kamar aku terus gendor-gendor minta di bukain pintunya. Bunda suka tiba-tiba ketiduran di kasur aku, bunda suka cubit pipi aku, suka nyanyi-nyanyi dangdut juga, dan suka makan indomie kari ayam. 

"Dee.. tadi siapa?"
"Siapa? Yang mana bunda?"
"Yang tadi kamu nelpon di kamar Mia?"
"Oh.. itu si Ical ayangnya Mia, Bunda"
"Bukan.. kayaknya tadi ada nama lain deh"
"Yang mana sih, aku tadi ngomong sama Ical doang kok"
"Ah. iyah gituh yah dee. yaudah deh. kita fokus cari makan saja lah"
"Okei bunda"

Sepanjang perjalanan, aku tersenyum mengingat kembali percakapan singkat tadi. Lalu tiba-tiba terasa ada lagu Lar'c en ciel terputar otomatis di telinga ku. Boleh aku katakan sesuatu hal, sepertinya aku mulai menyukai dirinya. 


RANDOM 4
Katanya hari ini bagian dari minggu tenang, itu loh dimana seminggu penuh libur sebelum menjalani ujian tengah semester. Tapi nyatanya di fakultas aku gak bisa deh melihat mahasiswanya pengangguran. Dan tetep disibukan sama yang namanya praktikum. Aku melangkah lemah, tak kuasa menyeret badanku untuk berpindah tempat dari kasur yang nyaman ke ruang praktikum di kampus. 

"Dee.. Hari ini praktikum kan?"
"Iyah Kinan"
"Mau berangkat bareng gak?"
"Boleh deh, jemput dikostn yah"
"Iyah"

"Dee.. praktikum jam berapa sih hari ini?"
"Jam 8, Ani"
"Oh, bener jam 8 kan kirain aku setengah 8?"
"Jam 8"
"Mau berangkat bareng gak?"
"Tadi Kinan sms duluan ngajak berangkat bareng, tapi kalau elo mau ke kostn gue dulu, ke sini aja. Nanti ke kampusnya barengan"
"Okei deh, nanti aku ke kostn kamu yah"
"Iyah"

Udah dua orang manusia mengisi pagiku hari ini, Kinan dan Ani. Aku sekelas dengan mereka berdua tapi mulai dekat semenjak kita liburan ke jogja. Kinan sih sebelumnya udah lumayan deket, kalau Ani gak tahu kenapa bisa deket juga. Kinan anaknya lucu, suka ngebo di kasur aku, suka kentut di kamar aku, suka ngupil di kamar aku, suka kasih info tentang kuliah, suka kasih awetan soal, suka foto copiin hasil praktikum, suka ngajak ke kampus bareng, dan suka sama cina. Kalau Ani itu seorang wanita yang unik, dulu tomboy sekarang sih udah feminim, suka kadang emosi tinggi, suka banget belanja daleman, suka ngerampok drama di warnet, suka main di kamar aku, suka ngajak ke kampus bareng juga, suka ngajak jalan-jalan juga, dan suka galau. Dan sepertinya satu hal yang sama dari mereka berdua itu sama-sama suka temenan sama aku. hahahaha

"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Deenya ada?"
"Gak ada"
"Hahahahaha"
"Katanya Ani mau ke kostn gue, tunggu yah, mau berangkat ke kampus bareng"
"Iyah"

Kinan, langsung menubruk kasur aku yang spreinya agak menyembul keluar. Maklum semenjak tadi bangun tidur aku belum sempat membereskannya. Tapi emang kadang suka males diberesin, kalaupun mau diberesin saat mulai beranjak tidur. Tangan Kinan, membolak-balikan materi praktikum. 

"Dee.. nanti kita praktikum bab 4 kan yah?"
"Iyah"
"Kamu udah belajar?"
"Udah, puyeng materinya banyak"
"Iyah, nih aku juga baru baca tadi habis solat tahajud"
"Wih,, rajin banget"
"Takut nanti di remed"
"Hahahahahaha"

Kinan mulai membaca lagi, aku sibuk merapikan buku dan jas praktikum ke dalam tas. Tapi namanya juga kinan, kalau udah ketemu kasur yah pasti kebonya keluar. Saat aku melihat dirinya kembali, kinan sudah menutup materinya dan menutup matanya. 

"Kinan!!"
"Apa sih dee?"
"Katanya mau baca-baca"
"Udah ah capek"
"heuhh"

"Hayuk yuh berangkat?"
"Eh,, Ani udah dateng"
"Tunggu dulu ah, masih kepagian ini"
"Iyah bener tuh kata Kinan, nanti dulu deh"
"Iyah deh"

Ani lain lagi, saat masuk ke kamar aku dengan cepat mearuh tasnya di atas kasur aku. Lalu mulai menyalakan laptop aku. 

"Dee.. ada film baru gak?"
"Belum ada nih, belum ngerampok"
"Aku ada nih film baru, mau gak"
"Elo pasti punya film action kan?"
"Iyah, tapi ada film romacenya kok, mau gak?"
"Gue mau film romancenya aja, yang action jangan di copy ke laptop gue"

Tapi yah namanya juga Ani, semua film yang ada di flasdisknya di copi paste di laptop aku. Katanya sih kali aja kamu pengen nonton. Yah jelas-jelas aku pasti gak akan nonton, gak terlalu suka film action. 

Sudah berada manis di kursi kayu, aroma formalin menyeruak berhamburan di dalam ruangan. Menggambar kembali, sudah jadi makanan harian. Berasa jadi anak seni lukis deh, bedanya cuma objek gambarnya saja. Preparat kali ini seekor burung yang diawetkan, dia nangkring pada dahan kayu coklat bercabang dua. Warna bulunya hijau ada bagian yang berwarna kuning, paruhnya lancip, ukuran tubuhnya tidak terlalu kecil tapi tidak terlalu besar. 

"Susah juga nih gambar si burung"
"Hu'um"
"Gambarin dong Dimas?"
"Yah, aku juga belum gambar"
"Heuh,, nanti kalau si Wina minta gambarin pasti langsung elo gambarin, tidak adil"
"Hahahaha, gambar kamu kan bagus dee"
"Kagak"
"Emang yah dee, si dimas jangan-jangan naksir si wina"
"Bener tuh nda"
"Eh.. pada gosipin gue yah, getok-getok nih"

Dimas itu temen sekelompok aku yang jago banget gambar, kalau Wina itu temen sekelas aku. Wina anaknya kurus, putih, berkaca mata, primadona kelas, banyak cowo yang ngejar-ngejar, dan suka cubit sampe kulit terasa pedas. 

"Wina.."
"Iyah, mas Adi"
"Gambarnya udah belum?"
"Belum nih, bantuin mas, hehehe"
"Sini aku bantuin"
"Mas Adi, aku juga bantuin gambar dong, masa Wina doang, mentang-mentang mas Adi naksir sama Wina"
"Eh,, dee kamu udah bisa gambar, gambar kamu bagus jadi gak perlu dibantuin"
"Iyah, dee gak adil, asistennya pilih kasih"
"Betul nda" 
"Udah, gak ada yang aku bantuin. Kalau ada yang protes nilainya aku kasih minus 5"
"Yahh.. diem deh"
"Sama gue juga diem deh dee"
"Makanya jangan pada bergosip aja, getok nih"

Waktu 2 jam, berlalu begitu saja pratikum menggambar burung yang nongkrong cantik telah usai. Lengkap dengan menggoda Wina, dan diam karna ancaman dari asisten yang tak begitu ganteng wajahnya dan tak begitu tinggi tubuhnya. Aduh, maaf mas Adi aku mencela dirimu, tapi karna begitu kenyataannya. Semoga nilai aku gak jadi hancur udah mencela dirimu. Diluar ruangan ternyata hujan turun dengan anggun dari atas langit. Butirannya yang bening meluncur semakin deras ke permukaan bumi. Aroma segar hujan bercampur tanah yang kering lebih nyaman di penciuman dari pada bau formalin di ruang pratikum tadi. Aku jadi malas melepaskan jas pratikum, lebih hangat bila aku tak melepaskannya. 

"Hujan nih"
"Iyah yah, lumayan deras lagi"
"Nanti saja yah pulangnya dee, nunggu agak redaan ajah"
"Iyah kinan, duduk di tangga aja yuk"
"Yuk.."

Beranjak menyusuri ke lantai bawah, aku dan kinan duduk berdua di tangga berkeramik putih yang agak kusam di makan zaman. Suara derap langkah menghampiri, Ani sudah ikut nimbrung dengan aku dan Kinan. Sedangkan Nanda dan Wina nekat menerobos hujan, katanya mau ngelanjutin mimpi di minggu tenang. 

"Laper nih, makan yuk?"
"Mau makan dimana?"
"Terserahlah, gue ikut aja"
"Aku juga ikut ajah ah"
"Nanti kalau aku yang nentuin pada gak mau lagi"
"Emang elo mau makan di mana Ani?"
"Paling ayam penyet"
"Ah,, bosen SS aja yuk?"
"Si Ani kan brand ambasador kecap, mana kuat dia di SS kinan"
"Eh, sembarangan yah dee, aku kan gak boleh makan pedes gara-gara sakit maag aku"
"Hayuk nih, mau makan di mana"
"Yaudah gimana tuh Ani, mau gak di SS"
"Ayuk ajah aku mah"
"Tapi nunggu hujan reda dulu yah, males pake jas hujan"
"Iyah deh"

Hujan bersama dua makhluk ini sangat menyenangkan, aku merekamnya dalam talamus otakku. Mencoba menyimpannya dengan serapi mungkin, agar aku masih bisa mengingat dengan baik saat masih bersama mereka. Aku tahu waktu akan semakin cepat berputar dan suatu hari nanti kita akan terpisah satu sama lain. Maka dari itu tiap moment sekecil apapun dengan mereka sebisa mungkin aku ingin selalu mengingatnya. Karna bersama mereka adalah bagian termanis dalam hidupku. 


RANDOM 5
Mules banget, udah sampe 3 kali bolak-balik kamar mandi. Gara-gara sambel nih, padahal cuma sedikit tapi mulesnya berasa sampe sekarang. Aku membalurkan perut dengan minyak kayu putih. Semoga mulesnya agak reda dan gak merengek minta ke kamar mandi lagi. 

"Kinan, gue mules"
"Sama dee, aku juga nih"
"Kira-kira Ani ikut mules juga gak yah"
"Dia kan makan sepetil sambelnya terus pake kecap juga, paling gak akan ngefek di perut dia"
"Oh iyah juga yah"

Tapi aku iseng juga sms ke Ani menanyakan kabar perutnya. 
"Ani, maag elo gak kambuhkan?"
"Kambuh dee, aku langsung perih perutnya"
"Udah minum obat?"
"Udah nih, agak mendingan"
"Padahal tadi udah pake kecap juga yah, masih aja kambuh"
"Iyah nih, perut gak bisa kompromi sama sambel"

Akhirnya kita bertiga sakit perut semua, sambelnya bener-bener jahat di perut kita. Aku menyalakan laptopku, sambil memegang perut agar dia tenang dan gak rewel lagi. Conect ke internet dan mulai membuka tab baru.
"Twitter, enter"
Aku melihat timeline twitter, mengganti avatar, melihat notifikasi mention, dan...
"Bagus, Search"
Belum ada tweet yang baru dari dia, aku seperti kehilangan warna orange dari hidupku. Aku jadi teringat saat pertama kali berteman dengan dia di twitter. 
"Dee,, ini akunnya si bagus" Mia mengirimkan sebuah link
"Gue juga pernah lihat yang akun ini, tapi kayaknya gak aktif deh"
"Ciyehh, tau aja deh. Iyah sih kayaknya gak aktif yah"
"Iyah kan, kayaknya dia gak punya akun twitter deh"
"Tapi kata Ical dia punya kok, nanti deh coba aku tanya ical"
"Iyah dah. hehehehehehe"
"Sabar yah dee"

Lalu, entah aku lupa kapan tanggalnya, aku memang mudah lupa. Mia mengirimkan link kepadaku lagi
"Yang ini dee, akunnya yang aktif"
"Eh, iyah bener"
"Follow dee, hayukk semangat!"
"Apa sih Mia"
"Hayuk semangat deketin Bagus"
"Yaelah,,"
"Hahahahahaha"

Aku akhirnya memfollow dia, dan aku di followback sama bagus. Seneng banget rasanya, padahal cuma di followback doang. 
"Dee, udah follow twitternya Bagus?"
"Udah ical, di kasih tau sama Mia akunnya"
"Okei, gimana hubungannya sama Bagus?"
"Loh.. kok nanya begitu?"
"Yah, nanya aja, gue sebagai mak comblang kan ingin mengetahui perkembangan kalian berdua"
"Astaga.. Ical!!"
"Hahahahaha"
"Biasa aja cal, jarang coment gue, cuma ngelike status dia aja"
"Comentlah, nanya apa kek"
"Dih,, gue malu tauk"
"Eh dee, gue ada cerita tauk"
"Cerita apaan?"
"Waktu pas gue makan ama si bagus, dia tiba-tiba nanyain elo lagi"
"Nanya apa gituh?"
"Nanya, Cal temen elo chubby-chubby gituh yah. Terus gue nanya siapa? Dee? Kata dia, iyah dee temen elo. Gue jawab iyah dia chubby"
"Oh"
"Ciyeh,, dee dia mulai perhatiin elo tuh"
"Apa sih, biasa aja kali cal"
"Hahahaha"
 RANDOM 6
"Dee.. inget gak elo dulu suka sama orang yang asing dalam hidup elo, dan kini elo kembali suka sama orang yang asing lagi dalam hidup elo, gak bosen akan berakhir sakit hati" 
Merancau sendiri memandang diri ke dalam cermin. Aku akan tampak bodoh kembali jika menyukai hal yang sama. Tapi aku tak mampu menolaknya, yah menolak rasa yang tak seharusnya mendiami sisi kosong di dalam hati. 
"
image: deluth
Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar