Aku
bingung memulai kisah ini.
Karna yang aku tahu kisah ini telah lama aku rasakan
seperti dejavu,
dan rasanya aku tak mampu merasakannya kembali.
Aku
bingung mendeskripsikannya dengan kata-kata,
karna yang aku tahu rasa ini
seperti kupu-kupu yang berterbangan di atas kepala,
ada udara yang hangat
tiba-tiba menusuk di hati.
Dan aku merasa nyaman.
Setiap
kali aku memikirkan kamu,
senyum tipis yang melengkung bagai bulan sabit
menyeruak di atas langit.
Aku seakan kecanduan dengan setiap kata-katamu.
Mungkinkah
ini cinta yang aku tahu telah lama terkubur dan ia hidup (lagi) di kehidupanku.
Atau hanya perasaan kagum yang sementara.
Yang aku tahu,
dan aku harapkan kata
cinta itu juga mampu menembus dinding beku di antara kita.
Kita
hanya ada di ruang batas yang tak terlampaui oleh sinar,
kita sama-sama saling
menebak perasaan masing-masing
dan hanyut dalam tulisan Tuhan yang telah di
tulisnya sebelum kita bertemu.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar