Bekasi, 12 November 2013
![]() |
| image: http://photovide.com/heartwarming-mother-child-photography/ |
Dengan segala hormatku pada dirimu, sosok wanita yang sangat di sayang oleh laki-laki yang masih saja di kurung sama Allah. Perkenalkan aku wanita yang penuh dengan kekurangan yang nantinya akan sempurna dengan kehadiran anakmu. Maaf, aku memanggilmu dengan Bunda, katanya anakmu yang sedang di sembunyikan Allah memanggil dirimu Bunda. Jadi izinkan aku untuk sama dengan anakmu untuk memanggil dirimu Bunda.
Aku ingin melihat sosok anakmu Bunda, katanya dia masih di sembunyikan Allah dari pandanganku. Aku akan jadi wanita yang sabar di muka bumi ini. Hanya untuk menunggu kehadiran anakmu. Bunda boleh aku bertanya. Maaf, aku memang wanita yang cerewet Bunda, maaf bila suatu hari nanti aku akan mengomeli anakmu. Sekedar untuk mengingatkan dia bila suatu hari tersesat pada hati yang lain. Bunda.. apakah anakmu sama seperti dirimu. Bukan Bunda, bukan jenis kelaminnya yang sama, tapi sifat yang dimilikinya. Bunda katanya anakmu diciptakan Allah untuk dapat menyanyangi aku. Katanya dia punya mata yang indah seperti dirimu, katanya dia punya bibir yang manis seperti dirimu, katanya kulitnya halus seperti dirimu, katanya kebaikannya sama seperti dirimu. Tapi sayang katanya ditelapak kakinya tidak ada surga seperti dirimu Bunda.
Bunda, kelak aku akan merebut anakmu dari genggaman tanganmu. Maaf aku terlalu lancang berkata seperti itu, tapi aku akan mengenggam erat dirinya agar tak jatuh dan sakit. Sama saat Bunda menggegamnya dengan penuh kasih sayang. Bunda, aku juga akan menarik anakmu dari pelukanmu. Sekali lagi maaf aku lancang berkata demikian, tapi aku berjanji akan memeluknya dengan penuh kehangatan seperti Bunda memeluknya. Bunda tidak marah padaku kan, aku takut Bunda marah. Tapi tenang saja Bunda, anakmu yang masih disembunyikan Allah dariku berkata Bunda tetap nomor satu di hatinya. Bunda, perlu kau ketahui anakmu yang masih disembunyikan Allah selalu memujimu. Katanya Bunda pandai memasak, merebus telur saja aku tidak matang. Katanya Bunda senang berkebun, menanam kaktus saja aku buat dia layu. Katanya Bunda rajin membersihkan rumah, merapikan sprei kasurku saja sering lalai. Katanya Bunda ahli mengatur keuangan, dalam dompetku selalu kebanyakan struk belanjaan. Aku heran Bunda, aku berbeda dengan Bunda, anakmu selalu memuji dirimu dan aku penuh dengan kekurangan. Tapi dia memilihku untuk jadi bagian hidupnya Bunda. Aku terharu mendengarnya.
Bunda, kata anakmu yang masih saja bersembunyi dari diriku, kelak dia akan memanggilku dengan kata Bunda. Kelak dia akan memujiku sama seperti dia memujimu Bunda setiap harinya. Bunda, tolong jaga dia untuk aku yah, karna katanya dia masih malu bertemu diriku. Bunda, tolong kalau dia nakal menjatuhkan hatinya pada tempat yang salah, cubit dia Bunda pelan saja aku takut dia kesakitan. Bunda.. Maaf aku terlalu lancang dan cerewet, tapi tenang saja Bunda aku wanita yang tepat untuk menaruh hati anak Bunda. Suatu hari aku harap kita bisa duduk bersama dalam senja yang orange. Menikmati secangkir teh dan nastar, Bunda menceritakan masa kecil anakmu dan aku akan dengan senang hati mendengarnya.
Bunda, yang akan jadi Bunda sekaligus Nenek untuk anak-anakku kelak. Itu saja yang ingin aku sampaikan pada dirimu. Jika kau telah membacanya, aku harap Bunda akan senang menerimaku.
Salam Manis untuk Anak Bunda yang masih saja dikurung dengan nyamannya oleh Allah :))
Hormat dengan penuh kasih sayang
Wanita cerewet nan lancang yang akan menjadi anakmu juga di masa depan :))





Tidak ada komentar:
Posting Komentar